Islam dan Cabang Ilmu Pengetahuan


Masyarakat barat membagi ilmu ilmu dalam tiga cabang utama yakni ilmu ilmu alam, ilmu ilmu sosial dan ilmu ilmu humaniora. Islam memiliki kaitan bersama keriga ilmu berikut diantaranya adalah

Islam dan ilmu ilmu alam

Dalam islam kita mengenal adanya ayat kauliyah dan kauniyah. Ayat kauniyah adalah tanda-tanda kebesaran Allah yang tersirat dalam alam semesta kala ayat kauliyah adalah ayat yang tercantum dalam Alqur’an. Islam tidak terlepas berasal dari keberadaan ilmu ilmu alam dan dalam Alqur’an banyak ayat yang menyebutkan mengenai ilmu dan perihal yang menyangkut ilmu fisika maupun Biologi layaknya yang tercantum dalam ayat berikut

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kehadiran rahmat-Nya (hujan); hingga jika angin itu telah mempunyai awan mendung, Kami halau ke suatu tempat yang tandus, selanjutnya Kami turunkan hujan di tempat itu, Maka Kami keluarkan bersama sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. layaknya Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan anda mengambil alih pelajaran.” (QS. Al-A’raaf: 57)

Kami akan menunjukkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala lokasi bumi dan terhadap diri mereka sendiri, hingga tahu bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah memadai bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? (QS. Fushilat: 53)

Islam dan Ilmu Pengetahuan sosial

Banyak cabang ilmu sosial yang dipelajari kala ini dan ilmu-ilmu berikut terhitung dicantumkan dalam Alqur’an. Islam mengenal adanya ilmu ekonomi, politik, sosiologi dan cabang ilmu sosial lainnya. Dalam islam diatur terhitung hal-hal mengenai perdagangan, demokrasi dan perihal lainnya yang menyangkut ilmu hukum dan sosial. Seperti halnya Allah mengatur ilmu mawaris atau hukum waris dalam islam serta pembagian harta warisan menurut islam, larangan riba, hukum pernikahan, perdagangan yang baik dan lain sebagainya. Adapun berdasarkan ilmu ilmu sosial dan alqur’an, Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial dan hakikat penciptaan manusia adalah untuk beribadah dan bergaul bersama sesamanya. Sebagaiamana yang disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini :

“Maka apakah anda mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan anda secara main-main (saja), dan bahwa anda tidak akan dikembalikan kepada Kami?

Islam dan ilmu Humaniora

Ilmu humaniora adalah ilmu yang menitikberatkan fokusnya terhadap manusia dan yang menyangkut kehidupan manusia layaknya ilmu filsafat, seni, kesusateraan, kemiliteran, teknologi dan lain sebagainya. Islam tidak hanya mencakup ilmu ilmu sosial dan ilmu ilmu alam saja

akan tapi dalam islam terutama Alqur’an mencakup seluruh aspek ilmu yang berkenaan bersama manusia dan dicantumkan di dalamnya jawaban atas permasalahan-permasalah yang dihadapi manusia terhadap umumnya. (baca manfaat membaca Alqur’an dalam kehidupan dan manfaat membaca Alqur’an bagi ibu hamil)

Dengan demikian perkembangan islam tidak sanggup dipisahkan bersama ilmu ilmu itu sendiri. Masyarakat muslim kala ini pun telah mengembangkan ilmu ilmu bahkan beberapa ilmuwan muslim memperoleh penghargaan  layaknya Ahmad Zewail, peraih nobel di bidang kimia atas temuannya di bidang femtokimia. Penghargaan berikut selayaknya memotivasi para pelajar muslim dan masyarakat muslim terhadap umumnya untuk senantiasa berpegang teguh terhadap ajaran agama dan mepelajari ilmu ilmu yang berfaedah bagi kehidupan bahkan kita tahu bahwa hukum menuntut ilmu adalah wajib.

Tinggalkan komentar